Siapa yang sangka, nikmat Allah yang begitu besar bisa menjadi laknat dan kebinasaan. Sungguh kecelakaan yang nyata ketika kemiskinan lagi-lagi menjadi bulan-bulanan kehidupan.
Masya Allah, hanya itulah yang terucap dari tubuh ini. Betapa kemiskinan lagi-lagi menjadi korban. Salah siapa? Ketika pertanyaan ini mencuat, maka jawaban kami ada 2. Yang pertama adalah kesalahan pemerintah, karena pemerintah gak becus mengurus rakyatnya. Sehingga kemiskinan menjadi menu utama dalam kehidupan. Yang kedua adalah kesalahan dari pemberi zakat yakni orang yang sok kaya serta sombong dan tidak becus mengelola kegiatan tersebut. Apa salahnya jika uang zakat disalurkan langsung kerumah-rumah masing-masing penerima. Kalau dia kaya dia bisa menyuruh orang laen untuk membaginya. Kalau anda ingin menyalahkan siapa pembunuh ke 21 korban zakat, maka jawaban saya adalah mereka, pemerintah serta tuan rumah.
Senin, 22 September 2008
Menempuh Nikmat Meregang Nyawa (21 Nyawa Korban Zakat)
Diposting oleh
Alif Nur Rohman
di
21.25
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar