Selamat Datang Kepada Anda Semua Masyarakat Kabupaten Kudus, Kabupaten Pati, Dan Semua Masyarakat Di Dunia.

Artikel Kami: Maret 2008

Sabtu, 29 Maret 2008

Meneladani Rasul

“Dan apa saja yang dibawa oleh Rasul, maka ambillah. Sedangkan apa yang dilarangnya, maka hindarilah. Bertakwalah kalian kepada Allah, karena Allah Maha keras siksa-Nya.” (QS. Al Hasyr: 7).

Manusia memang membutuhkan rasul sebagai perantara dalam menerima ajaran-ajaran dari Allah SWT. Dan bersamaan dengan itu pula, sejak lama manusia telah menempatkan Rasulullah SAW. sebagai pembawa risalah terakhir dari Allah SWT. untuk manusia. Setiap saat kita selalu bersholawat kepada nabi sebagai perwujudan dari rasa hormat kepada beliau, dan kita berusaha untuk menjadi orang-orang yang diberi syafaat di hari penghisaban dengan mengikuti anjuran dan larangannya. Karena pada hakikatnya yang dibawa Muhammad adalah wahyu dari Allah SWT. (QS. An Najm: 3 dan 4; QS. Al An’am:50).

Wujud cinta kita kepada Rasulullah selalu kita buktikan dengan mengikuti perbuatan-perbuatannya. Rasul menganjurkan berbuat baik kepada semua orang, dengan segera kita melaksanakannya. Ketika Rasul menyuruh kita sopan santun, jujur, adil, bersikap pemaaf, maka dengan antusias kita menyambut dan melaksanakan perintah itu. Sehingga dalam kadar tertentu kita telah menjadikan Rasulullah sebagai figur yang harus diteladani dalam segala komponen kehidupan. Bahkan Rasulullah adalah ushwatun hasanah atau teladan yang baik.

Namun amat disayangkan, rasa cinta kepada Rasulullah itu sedikit demi sedikit mulai memudar sesuai dengan berkembangnya peradaban. Sangat ironis memang, ternyata generasi muda kita lebih paham dan mengikuti “sabda-sabda” yang mereka anggap sebagai figur “teladan”. Tak bisa menutup mata, bahwa remaja kita mulai gandrung dengan tokoh-tokoh artis yang mereka anggap mampu memberi inspirasi dalam hidupnya. Bahkan dalam tataran tertentu mampu menumbuhkan histeria.

Bukan saja kaum muda yang sudah mematut-matut diri menyamakan dengan idola pujaannya. Namun, tanpa disadari kaum tua pun telah melakukan hal yang sama, meski dalam unsur yang berbeda. Dalam diri kita mulai merayap pemikiran dan perasaan yang bertolak belakang dengan sikap Rasulullah sebagai teladan kita. Betapa naifnya kita mengaku-ngaku mencintai dan meneladani Rasulullah sementara kita sendiri tak pernah mengikuti perilakunya. Cinta kita, cinta palsu belaka. Di satu sisi kita senantiasa bersholawat kepadanya, tapi pada kesempatan yang lain kita malah melakukan perbuatan yang dilarangnya, yang jelas bertentangan dengan perilaku mulianya.

Satu hal yang bisa kita dapati bila kita mencintai dan meneladani Rasulullah dalam segala komponen kehidupan, yang tak akan pernah kita jumpai dalam mencintai dan meneladani selain Rasulullah. Yakni Rasululullah akan memberi “bonus” berupa syafaat kepada kita di hari penghisaban, bila kita mengikuti apa-apa yang diperintahkannya dan menghindari apa yang dilarangnya. Tak perlu menipu diri dengan menganggap nanti akan mendapat syafaat, sementara kita tak pernah meledani perbuatan Rasulullah.

Mulai sekarang, kita wajib menumbuhkan semangat untuk mencintai dan meneladani Rasulullah dalam jiwa kita. Wujudkan dalam setiap aktivitas kehidupan kita bahwa kita mencintai dan meneladani Rasulullah. Sehingga kita menjadi umat yang diridhoi oleh Allah dan Rasul-Nya. [O. Solihin]

[+/-] Selengkapnya...

Bahaya Plastik : dan lingkungan kita

Aku Ingin Hijau adalah sebuah blog yang mulai rajin saya sambangi, karena berbagai artikelnya yang jarang ada di media lainnya di Indonesia. Salah satu artikelnya yang paling bermanfaat adalah mengenai bahaya plastik.

Secara ringkas, sebaiknya jangan mau menerima makanan yang dibungkus dengan styrofoam.

Terlalu besar bahayanya. Bahkan China saja sudah melarang penggunaannya. Sampai pabrik plastiknya yang terbesar juga tutup.
Di Indonesia? Justru makin banyak penjual makanan yang beralih dari bungkus daun/kertas ke styrofoam

Kilas balik - ketika masih bermukim di UK, saya adalah anggota The Co-operative Group. Ini seperti koperasi di Indonesia, dengan fokus ke bisnis yang ethical & ramah lingkungan.
Ada banyak sekali inisiatifnya yang bermanfaat bagi masyarakat. Mudah-mudahan suatu hari semua perusahaan di Indonesia bisa meniru ini.

Apa hubungannya dengan lingkungan ?
Saya pribadi senang berbelanja di supermarket mereka, antara lain karena mereka menggunakan kantong plastik yang bio-degradable — setelah beberapa waktu (biasanya sekitar 3 tahun), maka kantong plastik mereka akan berubah menjadi karbon, air, dan mineral.
Tidak ada residu beracun sama sekali :D dan jelas jadinya tidak ada sampah plastik. Wow…

Tidak itu saja - bahkan additive yang membuat plastik tersebut bio-degradable bisa juga di non-aktifkan :

if the bags do enter the plastics recycling stream, the heat generated during processing deactivates the special additive and they can be safely recycled along with other similar plastics without affecting the quality or integrity of the new product use.

Saya sampai bengong membacanya… bisa begitu ya ?

Tidak itu saja, mereka juga sudah menggunakan plastik yang dibuat dari jagung & kentang !

from January 2003 the six pack Co-op Organic Tomatoes will use biodegradable trays and biodegradable film. This form of plastic is starch based, made from natural renewable materials derived from non-genetically modified sources such as corn and potatoes.

Kapan ya hipermarket kita bisa meniru ini ??

http://harry.sufehmi.com/archives/2008-03-29-1618/

[+/-] Selengkapnya...

Al Aqsha Terancam Runtuh

Oleh: Tim dakwatuna.com

dakwatuna.com - Yayasan Al Aqsha, Kamis (27/03) kembali mengungkap aksi penggalian terowongan penjajah Zionis Israel di bawah masjid Al Aqsha dalam sekala besar dan massif. Aksi ini dilakukan setiap hari agar masjid Al Aqsha hancur, untuk kemudian mereka bangun sinagog yang mereka klaim di atas puing-puing Al Aqsha.

Yayasan Al Aqsha mengatakan otoritas Israel tengah membuat bangunan-bangunan pemancang untuk membangun terowongan di bawah Madrasal al Umariyah mulai dari sisi barat yang membentang dari bawah tembok Burak (ratapan) hingga jalan Mujahidin yang berdahadapan dengan pagar utara masjid Al Aqsha.

“Pihak Israel tengah berupaya menguasai bangunan-bangunan di kawasan tersebut sebagai rangkaian fase yahudisasi kawasan tersebut.”

Yayasan Al Aqsha menghimbau kepada umat Islam, umat Nashrani yang memiliki warisan sejarah yang sama, serta masyarakat dunia yang peduli dengan peninggalan sejarah peradaban agar ada gerakan secepatnya untuk membela dan menjaga masjid Al Aqsha dan kota Al Quds.

Saksi mata melaporkan kepada Yayasan Al Aqsha, bahwa otoritas penjajah Israel dalam seminggu terakhir telah meningkatkan aksi penggalian, pengerukan dan pemindahan tanah dalam jumlah besar dari bawah Madrasah Umariyah. Untuk aktivitas tersebut Israel mengerahkan tidak kurang dari 50 pekerja yang bekerja sejak selepas subuh sekitar pukul lima hingga pukul tujuh pagi. Mereka mengeruk sekitar 500 kantong setiap harinya, setiap kantong berisi 10 kilogram tanah dan puing.

Kemudian, apalagi yang harus ditunggu oleh para pemimpin dunia Arab dan umat Islam secara keseluruhan ? masih perlukah berunding ? masih efektifkah berdialog dengan Yahudi ? Padahal pada waktu yang bersamaan mereka tidak pernah menepati resolusi atau kesepakatan yang sudah ditentukan. Bahkan mereka dengan tidak manusiawi membunuh anak-anak, wanita, orang tua yang tidak berdosa.

Masih adakah jalan damai itu, wa Islamah?!

[+/-] Selengkapnya...

Mengapa Allah Tidak Mengirim Burung Ababil?

Oleh: Tim dakwatuna.com

dakwatuna.com - Kisah melegenda sepanjang sejarah, yaitu ketika Muhammad saw lahir di muka bumi, ketika itu terjadi keajaiban yang luar biasa, Allah swt mengirim pasukan burung Ababil untuk menghancurkan Abrahah dan bala tentaranya yang sombong, memaksa penduduk bumi untuk berkiblat pada sesembahan mereka.


Realitas bangsa Arab ketika itu dalam kondisi terpuruk dan kritis, mereka tidak lagi peduli dengan pembelaan terhadap agama dan warisan para pendahulu mereka. Ketika itu Allah swt tidak lagi menyerahkan penjagaan rumah-Nya di tangan mereka kaum musyrikin. Sampai datanglah ketentuan Allah swt secara nyata, yaitu Allah swt mengirim burung Ababil untuk menghancurkan Abrahah layaknya dedaunan yang dimakan ulat, habis binasa.

Bahwa Allah swt dengan kekuasan-Nya berkehendak sesuai dengan kemauan-Nya sendiri adalah bagian dari keyakinan orang beriman, sebagaimana kehendak Allah swt menurunkan mukjizat dan keajaiban di banyak peperangan.

Para Malaikat atas intruksi Allah swt turun membantu tentara muslim. Sebagaimana cara Allah swt sendiri memilih burung Ababil sebagai penghancur raja lalim.

Campur tangan Allah swt terhadap hamba-hamba-Nya yang beriman telah tetap dan pasti sebagaimana direkam dalam Al Qur’an, Sunnah, sirah dan ucapan para sahabat.

Namun, Bangsa Arab (ketika itu) tetap tidak mau beriman kepada Allah swt. meskipun mereka melihat dengan mata kepala sendiri mukjizat burung Ababil. Padaha, Mekah belum pernah tecatat dalam sejarah diserang sekelompok pasukan, atau belum terpikirkan sebelumnya bahwa Mekah akan diperangi, kecuali setelah peristiwa itu. Bahkan tidak ada yang mau menjajah Mekah karena kondisinya yang padang pasir, gersang dan tidak ada potensi kebaikan di sana. Allah menjaga rumah-Nya dengan cara-Nya sendiri, yang tidak terduga oleh akal manusia.

Sehingga sewajarnya bila bangsa Arab mengimani kenabian Muhammad saw., membenarkan ajaran yang dibawanya dan bersegera malaksanakannya. Namun mereka justeru mengingkari.

Sehingga, kalau pun ada mukjizat-mukjizat dalam bentuk lain, bangsa Arab tetap tidak akan mau beriman, mereka akan mencari-cari alasan dengan lebih menonjolkan kelebihan mereka. Atau kalau perlu mereka menafsirkan dengan cara-cara aneh, seperti kepercayaan bahwa jin memiliki kekuatan. Jin sendiri selalu memperdaya manusia dan berusaha untuk menjerumuskan mereka ke dalam kesesatan. Sebagaimana yang digambarkan dalam Al Qur’an:

”Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.” Al Jin:6

Ternyata cerita tentang mistik atau klenik bertebaran dalam sejarah bangsa Arab tempo dulu. Ini bukan dongeng atau tahayyul belaka.

Seandainya bangsa Arab tidak melihat burung Ababil menghancurkan Abrahah dan bala tentaranya atas izin Allah swt., dengan kerikil panas dari neraka yang membara. Maka ketika ada seseorang menceritakan persitiwa itu kepada mereka, pasti mereka akan mengatakan Anda gila. Mereka akan mengejek, sebagimana mereka mengejek Muhammad, ketika beliau menceritakan bahwa dirinya telah isra’ dan mi’raj.

Karena itu Allah swt. perlu memperlihatkan kepada mereka peristiwa itu, sebagaimana Allah swt memperlihatkan jasad Fir’aun kepada kaumnya:

”Maka pada hari ini kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan kami.” Yunus:92

Seandainya mereka tidak melihat jasad Fir’aun terapung di permukaan Laut Merah, pasti mereka akan mengatakan Fir’aun sedang mengasingkan diri untuk kemudian nantinya akan turun kembali dengan membawa misi penyelamatan atau klaim-klaim lain yang tidak masuk akal.

Allah swt. mengutus para Malaikat untuk menolong dan memenangkan para mujahidin yang mukhlis dalam setiap kesempatan dan tempat.

Pada suatu hari akan ada tentara Allah swt yang membebaskan Al Aqsha dari cengkraman Yahudi, sebagai bukti bahwa Allah swt menolong hamba-hamba-Nya dengan caranya sendiri:

”Dan tidak ada yang tahu tentara-tentara Tuhanmu, kecuali hanya Dia.”

Namun, bagaimana Al Aqsha akan terbebaskan jika umat dan pemimpinnya di bawah bayang-bayang penjajah?! Mereka dijajah orang-orang dzalim, sehingg menjadi wajib bagi masing-masing pribadi untuk membebaskan diri sendiri, kemudian masyarakat, pemerintah, bangsa serta umat secara keseluruhan dari dominasi penjajah Zionis Isra’il.

Ketika itu, tidak akan ada lagi orang Yahudi yang semena-mena di Palestina. Zionis Isra’il mestinya lebih lemah dan tak berdaya, ketika belenggu yang menghimpit umat ini lenyap. Yaitu belenggu perpecahan, permusuhan dan pengkhianatan di antara umat Islam sendiri. Ketika itu orang beriman berbahagia dengan pertolongan Allah:

”Mereka bertanya kepadamu: Kapan pertolongan Allah? Katakanlah: Pertolongan dan kemenangan akan segera datang.” Al Isra’:51

Adakah bangsa Arab, Pemimpin dunia Islam dan umat Islam di penjuru dunia memenuhi seruan Allah swt ini?! Allahu a’lam

[+/-] Selengkapnya...

Kafe Guru Web Design : Shiddiq Travel
Trik-Tips Blog Trick Blog