Minggu, 28 September 2008
Sabtu, 27 September 2008
Dunia Gemerlap, Impian dan Hayalan
Memotret realita yang ada, saya teringat dengan sebuah slogan yang mengatakan bahwa hidup adalah perjuangan. Perjuangan untuk menang, perjuangan untuk meraih impian.
Akan tetapi sejauh manakah perjuangan menggapai impian ini bisa menjadi kenyataan? Hanya kita sendiri yang tahu tentang realita hidup ini. Tatkala bahtera ini telah menyimpang dari arah halauan, tentu sebaik-baik manusia kala itu adalah yang mengingatkan kita menuju arah yang tepat. Akan tetapi, seperti itukah kita? Ketika kita salah langkah, maka orang terbaik bagi kita adalah yang membenarkan setiap tindakan kita yang salah. Bukan menasihati kita menuju jalan yang benar, akan tetapi justru membela kita kala kita melakukan kesalahan. Andai inilah yang terjadi dalam kancah perebutan singgahsana kepresidenan, tentu tempat duduk mereka telah dipenuhi setan-setan bertopeng manusia. Sehingga memang pantas dan benar bahwa menjadi presiden adalah sebuah jalan kehormatan meski harus mengorbankan berjuta-juta rakyat yang semakin menderita. (Hai rakyat terimalah nasibmu yang telah ditetapkan oleh pemimpinmu, jangan pernah berpaling darinya, karna hanya akan semakin membuat anda nyenyak untuk tidur. Biarkan para penguasa itu memperkosa ibu-ibu anda, istri-istri serta anak-anak perempuanmu yang paling tercinta. Biarkan mereka menikmatinya di depan mata anda, supaya anda puas merasa bersalah karena telah memilih para penghianat bangsa, yang telah anda anggap sebagai pahlawan negara.) Sunggu sebenarna saya malu utuk tetap ikut pemilu 2009, karena hanya akan memperparah keadaan bangsa
Diposting oleh
Alif Nur Rohman
di
08.02
0
komentar
Jumat, 26 September 2008
Kamis, 25 September 2008
Senin, 22 September 2008
Menempuh Nikmat Meregang Nyawa (21 Nyawa Korban Zakat)
Siapa yang sangka, nikmat Allah yang begitu besar bisa menjadi laknat dan kebinasaan. Sungguh kecelakaan yang nyata ketika kemiskinan lagi-lagi menjadi bulan-bulanan kehidupan.
Masya Allah, hanya itulah yang terucap dari tubuh ini. Betapa kemiskinan lagi-lagi menjadi korban. Salah siapa? Ketika pertanyaan ini mencuat, maka jawaban kami ada 2. Yang pertama adalah kesalahan pemerintah, karena pemerintah gak becus mengurus rakyatnya. Sehingga kemiskinan menjadi menu utama dalam kehidupan. Yang kedua adalah kesalahan dari pemberi zakat yakni orang yang sok kaya serta sombong dan tidak becus mengelola kegiatan tersebut. Apa salahnya jika uang zakat disalurkan langsung kerumah-rumah masing-masing penerima. Kalau dia kaya dia bisa menyuruh orang laen untuk membaginya. Kalau anda ingin menyalahkan siapa pembunuh ke 21 korban zakat, maka jawaban saya adalah mereka, pemerintah serta tuan rumah.
Diposting oleh
Alif Nur Rohman
di
21.25
0
komentar
Berenang Kenegri Sebrang
Tak pernah terbayang sebelumnya, ketika harta harus selalu jadi alasan utama sebuah kehancuran. Sungguh ironis.
Pernahkah terbayang pada diri anda, bahwa niat yang baik belum tentu berakhir dengan baik pula, apalagi cara yang mereka lakukan justru salah. Banyak sekali contoh yang dapat kita petik hikmahnya. Kehancuran rumah tangga misalnya, karna alasan ekonomi, seorang ibu rumah tangga harus bekerja di negeri orang. Atas dasar apapun, seorang ibu rumah tangga tidaklah bisa dibenarkan meninggalkan suami dan anak-anaknya begitu lama lebih dari 2 hari. Karena tugas seorang ibu adalah di keluarganya. Sungguh sebuah emansipasi yang kebablasan. Siapa yang harus disalahkan ketika naluri seorang suami menuntut adanya seorang istri untuk memenuhinya? Sungguh suatu ahzab yang sanggat besar dimata Allah karena telah menyia-nyiakan anugrahNYA, yakni merawat keluarganya. Karna jihad paling besar seorang istri adalah pada keluarganya. (Dedikasi untuk ibu-ibu rumah tangga yang telah terlanjur menjadi seorang TKW, pulanglah, karna keluarga anda lebih membutuhkan anda dari pada uang anda)
Diposting oleh
Alif Nur Rohman
di
17.14
0
komentar
Sabtu, 20 September 2008
Merengkuh Kenikmatan Syurgawi
Romadlon segera berakhir, apakah kita telah rela Romadlon itu akan berlalu tanpa sekedar torehan makna yang mampu kita banggakan kelak di akhirat nanti? Wallahu a'lam. Jangan-jangan apa yang ada selama ini bahwa kita melakukan puasa hanya karna latah belaka? Jangn-jangan kita berpuasa hanya karna kita merasa tepaksa dan terbebani. Allahu Akbar, hamba berlindung dari hal-hal yang demikian.
jangan pernah tersinggung dengan tulisan ini, karna ini adalah untuk bahan renungan kita semua.
Diposting oleh
Alif Nur Rohman
di
17.35
0
komentar
Kamis, 18 September 2008
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H
Ketika Romadlon berlalu, tentu rasa haru yang hadir disetiap waktu. Mungkinkah Romadlon akan datang kita masih bisa berjumpa denganya? Semoga saja kita berjumpa denganNYA ketika sedang beribadah puasa Romadlon.
Sebelum ajal meregang nyawa, sebelum kami lupa karna persiapan lebaran, ada baiknya kami meminta maaf kepada anda semua. Sucikan hati dan diri, raih kemenangan hakiki. Selamat hari raya idul fitri, mohon maaf lahir dan batin. Damai aja lagi
Diposting oleh
Alif Nur Rohman
di
18.57
0
komentar
Memintal Batu Menuai Abu
Perselisihan panjang kadang membekas terlalu keras di hati. Kebencian sering meracuni setiap langkah insan. Kemunafikan tak urung menjadi bumbu dalam setiap derita hati. Kala sang mentari seolah menjelma menjadi tiga, sinarnya tak lagi redup laksana bulan purnama.
Akan tetapi, sebanyak apapun derita itu tiba, ia akan tetap menjadi makna dalam diri, ketika persahabatan mampu mengalahkan permusuhan. Oleh karnanya, jadikanlah cinta kepada Allah laksana kemudi dalam bahtera kehidupan.
Diposting oleh
Alif Nur Rohman
di
07.49
0
komentar
Selasa, 16 September 2008
Berderap Membela Pemerintahan Babu?
Kebal dengan hukum? Tentu bukan untuk kita rakyat jelata. Itulah sebabnya banyak pejabat Karena semua
Diposting oleh
Alif Nur Rohman
di
18.05
0
komentar
Nikmatnya Menjadi Pemimpin Dunia
Apa yang akan anda katakan jika tiba-tiba seluruh masyarakat Indonesia berserikat dan memilih anda untuk menjadi pemimpinya. Sungguh suatu beban yang berat ketika dijaman ini suatu bentuk kepemimpinan diperebutkan. Ironis sungguh ironis ketika mereka yang berhasil meraihnya ternyata tidak memiliki kecakapan khusus kecuali menang karna hartanya.
Sehingga hal ini menyebabkan rakyat terbelenggu kehinaan. Terhinakan, tertindas, terinjak-ijak hanya karna keserakahan. Cobalah kita tengok sebentar, seberapa diperhatikankah rakyat Indonesia! Jika kita mau sedikit berkata jujur bahwa rakyat Indonesia diperhatikan saat-saat pemilu saja. Itupun bukan untuk kepentingan rakyat! Tanyalah hati nurani anda karena Tak secuilpun kebijak pemerintah didasarkan untuk kepentingan rakyat. Mau jadi apa negara kita ini? Ketika kemelaratan terus saja dibalut dengan darah-darah yang tiap hari harus tertumpah demi sesuap nasi, dan itupun tidak tiap hari bisa mereka dapatkan. Sungguh pemerintah hanya akan ingat dengan "PEMILU 2009", dan melupakan penderitaan rakyatnya. Sebagai mana kami dilupakan selama ini. Sebagai mana pula kami akan melupakan "PESTA DEMOKRASI 2009" karena kami terlalu sayang dengan Indonesia yang terkambing hitamkan oleh penguasa.
Diposting oleh
Alif Nur Rohman
di
02.34
0
komentar
Senin, 15 September 2008
"SEO" Sebuah Mesin Penembus Google
Banyak sekali ilmu "SEO" yang telah dipaparkan oleh pakar dibidangnya. Mulai dari ilmu "SEO DEWA MABUK" "SEO SANG PENEMBAK JITU" "SEO GAK RIBET" "SEO MACAN KUMBANG" "SEO MONYET GILA" dan masih banyak lagi yang lainya. Tentu anda juga telah mengenal sang "MASTER SEO"
Diantaranya yang paling kondang adalah Bang Cosa Aranda. Bagi anda yang ingin mengenal beliau lebih lanjut, silahkan KLICK DISINI
Diposting oleh
Alif Nur Rohman
di
21.18
0
komentar
Tips and Trick Untuk Komunitas Blogger
Bagi anda komunitas blogger yang ingin mendapatkan berbagai macam tips dan trick tentang dunia blogging, tak ada salahnya anda kami ajak untuk singgah ke tempat guru kami terhebat
Yah, dengan senang hati kami perkenalkan beliau kepada anda semua. Blog kang Rohman yang sarat berbagai informasi. Jika anda tidak keberatan, silahkan klick disini
Diposting oleh
Alif Nur Rohman
di
01.10
0
komentar
Meraih Impian Menjadi Kenyataan
Kehidupan yang semakin panas terasa membakar setiap jiwa-jiwa dalam pengembaraan cinta. Aku yang masih terpaku dalam pengembaraan panjangku. Menembus setiap cakrawala impian kehidupan.
Bagi anda yang ingin maju... Hal pertama yang harus anda lakukan adalah segera bangun dari tidur, dan peliharalah mimpi anda menjadi kenyataan.
Diposting oleh
Alif Nur Rohman
di
00.50
0
komentar