Perselisihan panjang kadang membekas terlalu keras di hati. Kebencian sering meracuni setiap langkah insan. Kemunafikan tak urung menjadi bumbu dalam setiap derita hati. Kala sang mentari seolah menjelma menjadi tiga, sinarnya tak lagi redup laksana bulan purnama.
Akan tetapi, sebanyak apapun derita itu tiba, ia akan tetap menjadi makna dalam diri, ketika persahabatan mampu mengalahkan permusuhan. Oleh karnanya, jadikanlah cinta kepada Allah laksana kemudi dalam bahtera kehidupan.
Kamis, 18 September 2008
Memintal Batu Menuai Abu
Diposting oleh
Alif Nur Rohman
di
07.49
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar