KABUPATEN REMBANG - Setelah lama nonaktif, kini Dewan Kesenian Rembang (DKR) diharapkan muncul kembali. Beberapa seniman yang ditemui Suara Merdeka menyatakan keinginannya agar DKR bisa aktif kembali. "DKR punya peran penting bagi seniman Rembang," tutur Yoyok, Ketua Sanggar Pesisir Rembang, Jumat (21/4) malam lalu.
Dia mencontohkan kota-kota lain, seperti Semarang, yang keseniannya bisa lebih hidup setelah dewan kesenian setempat aktif. "Rembang punya beragam kesenian, terutama seni tradisi, yang sangat sayang kalau hilang begitu saja hanya karena tidak ada lembaga seperti DKR," ungkap pria, yang menekuni bidang lukis itu.
Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Cabang Rembang, FX Tridjoko Margono, juga menyatakan hal senada. Menurutnya, DKR bisa memayungi kegiatan seniman. Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi itu juga mengatakan agar segera dibentuk kepengurusan yang baru. Kalaupun yang lama dinilai bermasalah, hendaknya diselesaikan dengan baik-baik.
Sementara itu, Ketua DKR yang lama, Dalang Gondrong Al Frustasi, saat dihubungi melalui telepon selulernya (ponsel), mengaku ikhlas jika ada yang bersedia menggantikannya.
"Siapa pun yang mau jadi ketua, silakan. Asalkan mau bekerja demi kemajuan kesenian," tegasnya. Dia menuturkan, dia sempat terpilih menjadi ketua dalam rapat yang dihadiri kurang lebih 275 seniman dua tahun lalu. "Sayangnya, kemudian saya dianggap condong ke salah satu kekuasaan, sehingga DKR tidak bisa berjalan dengan semestinya," terang dalang muda itu. (dit-29h)
--
Posting oleh proactive ke KOMUNITAS MASYARAKAT KABUPATEN JEPARA, KUDUS, PATI, REMBANG, BLORA pada 4/15/2008 12:13:00 PM
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
0 komentar:
Posting Komentar