PADA empat sudut kertas karton berwarna, Amat Sodiq (42), membuat beberapa garis lengkung dengan spidol marker yang telah diraut ujungnya sehingga menjadi pipih. Dengan hati-hati, dia juga membuat puluhan titik di sekitar garis lengkung di ujung karton itu. Garis lengkung dan titik itu, apabila dicermati dengan teliti, terlihat menyerupai bentuk bunga dan kupu-kupu.
Setelah keempat sudut kertas karton itu berisi vignet, tanpa ragu-ragu digoreskannya sebuah garis. Meski tanpa penggaris, garis yang dibuat warga Gang Klampis, Desa Sumbermukti, Kecamatan Rembang ini, cukup lurus dan bisa menghubungkan keempat vignet yang dibuatnya. "Membuat garis lurus seperti ini mudah kok. Tepi kertas karton disamakan dengan tepi meja. Asal mengoresnya mantap, garis yang dibuat pasti lurus," katanya sembari mengembangkan senyum.
Vignet dan garis yang dibuat oleh Sodiq, hanyalah bingkai bagi tulisan dan kaligrafi: "telah lahir anak kami yang kedua Yusuf Dwi Nugroho", di bagian tengah kertas. Tulisan itu terlihat tebal tipis dengan warna biru, hitam, dan merah berselang-seling.
Sodiq mengaku, membuat tulisan dengan tiga warna dalam satu goresan spidol marker. Bagaimana dia bisa dengan satu spidol bisa membuat tiga macam warna berselang-seling dalam satu goresan? "Ujung spidol marker ini diolesi tiga tinta sekaligus. Setelah diolesi tiga tinta, spidol harus langsung digoreskan. Hasilnya, warna akan bisa memisah seperti ini. Tapi kalau setelah diolesi tinta tidak segera digoreskan, ketiga warna ini akan bercampur," terangnya.
Puluhan Tahun
Amat Sodiq sudah puluhan tahun membuat tulisan indah dan kaligrafi di atas kertas karton. Bukan hanya di Rembang, pria yang pernah nyantri ini juga menjajakan jasa membuat tulisan atau kaligrafi hingga ke Demak dan Tuban pada acara-acara keramaian. Namun karena alasan usia dan ingin dekat dengan dua anaknya, selama 12 tahun terakhir memilih mangkal di pintu masuk Pasar Kota Rembang. "Sejak kecil saya senang menggambar dan membuat tulisan. Ditambah pengetahuan sedikit-sedikit dari nyantri, saya bisa membuat kaligrafi," jelasnya.
Untuk setiap tulisan indah atau kaligrafi di atas karton warna, dia memasang tarif Rp 7.500. Apabila memakai bingkai pigura kayu dan kaca, ongkosnya menjadi Rp 25.000 hingga Rp 30.000. Selain membuat tulisan dan kaligrafi di karton, dia juga sering dimintai tolong untuk membuat huruf-huruf dari gabus dengan tarif bisa dinego. (Mulyanto Ari Wibowo-76)
--
Posting oleh proactive ke KOMUNITAS MASYARAKAT KABUPATEN JEPARA, KUDUS, PATI, REMBANG, BLORA pada 4/15/2008 12:24:00 PM
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
0 komentar:
Posting Komentar